Alasan Umum Klaim Asuransi Jiwa Ditolak

Alasan Umum Klaim Asuransi Jiwa Ditolak

Mengajukan klaim asuransi memang cukup merepotkan karena prosedurnya harus dilewati dengan benar serta semua persyaratan harus terpenuhi agar mendapatkan manfaat pertanggungan. Dalam asuransi jiwa, banyak nasabah mengalami penolakan klaim dan gagal mendapatkan UP (uang pertanggungan). Tahukah kamu mengapa hal ini terjadi? Apa penyebabnya?


Mungkin alasan yang kamu sering dengar mengapa klaim asuransi jiwa ditolak adalah tidak mengikuti prosedur klaim dengan benar, misalnya keluarga tertanggung mengajukan klaim sudah melewati batas waktu yang telah ditentukan. Disamping itu ada penyebab fatal lain yang menyebabkan ditolaknya klaim asuransi jiwa, yaitu sebagai berikut:


Misrepresentasi material

Penyebab utama mengapa perusahaan asuransi jiwa menolak pengajuan klaim nasabah adalah adanya misrepresentasi material. Ini merupakan pernyataan atau pemberian informasi yang salah dan tidak sesuai dengan kenyataan. Informasi atau pernyataan ini berupa riwayat kesehatan, risiko pekerjaan, penghasilan, dll. 


Misalnya, nasabah sebelumnya mengatakan atau mengisi dalam formulir bahwa ia tidak mempunyai gejala atau riwayat penyakit berbahaya sama sekali, namun ternyata, beberapa lama kemudian ia meninggal dunia karena menderita penyakit berbahaya tersebut. Kemungkinan besar klaim asuransi jiwa ini ditolak oleh perusahaan asuransi.


Meninggal akibat bunuh diri

Keluarga atau pihak tertanggung mengajukan klaim atas meninggalnya pemegang polis asuransi jiwa untuk mendapatkan manfaat atau uang pertanggungan. Namun, setelah dilakukan pengecekan ternyata nasabah asuransi jiwa tersebut meninggal akibat bunuh diri, manfaat tersebut tidak akan didapatkan.


Jika ini terjadi, otomatis pihak perusahaan asuransi jiwa menolak klaim yang diajukan karena sudah jelas diatur dan disepakati dalam polis bahwa manfaat dan uang pertanggungan akan diberikan jika nasabah meninggal akibat sakit, cacat atau kecelakaan. 


Meninggal karena kecelakaan atau sakit akibat ulah diri sendiri

Pihak tertanggung akan memperoleh manfaat santunan dari pihak penanggung (perusahaan asuransi jiwa) jika pemegang polis mengalami kematian akibat kecelakaan atau penyakit. Namun, jika kecelakaan atau penyakit tersebut diakibatkan oleh ulah sendiri, pengajuan klaim asuransi jiwa pun akan ditolak.


Contoh kasusnya yaitu meninggal akibat (dengan sengaja) kebut-kebutan dijalan raya atau mengikuti balapan liar. Disamping itu, klaim juga mungkin akan ditolak apabila pemegang polis melakukan hal berbahaya (ilegal) dan mengkonsumsi makanan atau minuman berbahaya yang dapat menyebabkan kematian.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama