Cara Tepat Menghadapi Anak yang Hiperaktif

Cara Tepat Menghadapi Anak yang Hiperaktif

Istilah hiperaktif, atau biasa dikenal dengan sebutan Attention Deficit Disorder (ADD) biasanya ditujukan pada anak usia muda yang memiliki tingkat keaktifan yang sangat tinggi, sisi negatifnya adalah anak yang hiperaktif biasanya akan cenderung lebih susah untuk berkosentrasi atau berdiam diri ditempat yang sama dalam waktu yang lama. Itulah sebabnya mengapa anak hiperaktif lebih sering mendapat label sebagai anak nakal yang susah diatur. Namun, benarkah demikian?

Meski penyebab hiperaktif pada anak hingga kini belum diketahui secara pasti, namun kita dapat mencari tahu beberapa pemicu yang menjadi pendorong bagaimana masalah hiperaktif ini bisa terjadi. Sebagian besar anak yang mengalami masalah hiperaktif memiliki setidaknya satu orang anggota keluarga yang saat kecil juga mengalami masalah hiperaktif, penyebab lainya adalah dari faktor kesehatan sang ibu. Ibu yang memiliki masalah penyakit seperti asma, migraine, dan eksim memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk memiliki seorang anak yang hiperaktif. 

Lantas, bagaimana cara yang tepat menghadapi anak yang hiperaktif?

Hal yang paling penting dilakukan adalah menjalin komunikasi yang baik denganya, apresiasilah segala hal positif yang ia lakukan, hindari menyinggung perasaanya dan menghukum secara berlebihan saat anak sedang melakukan kesalahan. 

Bila perlu, jagalah moodnya agar selalu stabil dengan melakukan beragam kegiatan menyenangkan bersama-sama. Akan lebih baik jika kamu dapat mengatur aktivitas setiap harinya agar menjadi lebih terstruktur. Mulai dari bangun tidur, sampai ia tidur dimalam harinya. Usahakan pula agar anak hiperaktif memperoleh tidur yang cukup.

Selain hal-hal diatas, kamu juga perlu untuk memperhatikan asupan makananya. Pilihlah karbohidrat yang tepat, dengan jenis dan takaran yang sesuai. Karbohidrat merupakan salah satu nutrisi yang paling utama yang dapat mempengaruhi tingkat hiperaktifitas anak. 

Selain itu, kurangi asupan gula yang berlebih. Gula merupakan sumber energi yang paling tinggi, jika anak hiperaktif mengkonsumsi gula dengan kadar yang tinggi maka akan membuat energi mereka bertambah sehingga tingkat hiperaktifitasnya pun akan menjadi semakin tinggi.

1 Komentar

Posting Komentar