Curhat Masalah Keluarga Boleh Saja, Namun Jangan Lupakan Hal Ini

Curhat Masalah Keluarga

Bouttface.com | Manusia memang makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain dan tidak bisa lepas dari manusia lain. Apalagi dalam menghadapi berbagai persoalan, banyak perempuan cenderung menceritakan masalahnya terhadap teman atau rekan kerjanya. 

Begitupula saat menghadapi persoalan masalah rumah tangga, banyak perempuan yang menceritakanya kepada teman atau di jejaring media sosial.

Hal ini tidak dapat dikatakan sepenuhnya salah, namun sebelum menceritakan masalah rumah tangga, sebaiknya kamu perlu memperhatikan hal-hal berikut ini, agar curhatan kamu tidak menimbulkan masalah baru atau bahkan malah memperburuk suasana.

Pilih Teman Curhat Yang Dapat Dipercaya


Jika kamu ingin menceritakan masalah keluarga yang sedang kamu hadapai, pilihlah teman curhat yang sudah terbukti dapat kamu percaya. Tidak perlu menceritakan masalah rumah tangga kamu dengan semua orang yang ditemui, cukup ceritakan kepada satu atau dua orang teman yang sangat mengerti kamu agar kamu merasa ada teman untuk berbagi.

Kamu mungkin dapat bercerita pada seorang sahabat yang sudah bertahun-tahun kamu kenal atau seroang ahli perkawinan untuk membantu menyelesaikan masalah rumah tangga kamu.

Jangan Bercerita Dengan Teman Laki-laki


Bercerita tentang persoalan rumah tangga sangat rentan bila kamu menceritakanya dengan teman laki-laki. Pasalnya, bila terlalu jauh justru akan menimbulkan bibit-bibit perhatian yang jika berkembang menjadi sebuah perselingkuhan. 

Sebaiknya, hindari menceritakan masalah rumah tangga kamu dengan teman laki-laki. Jika kamu beralasan ingin melihat permasalahan dari sudut pandang yang berbeda, kamu dapat menceritakan masalah rumah tangga kamu dengan laki-laki yang masih terhitung keluarga.

Kamu bisa curhat dengan kakak atau adik laki-laki kamu, sepupu atau kakak ipar kamu. Selain lebih aman, bercerita dengan laki-laki yang masih terhitung keluarga tidak akan menimbulkan kecurigaan suami yang akan memperkeruh suasana.

Jangan Curhat Di Jejaring Sosial


Jejaring sosial memang bukan tempat yang asing lagi untuk menumpahkan segala perasaan dan unek-unek yang dirasakan. Namun, jika kamu tengah mengalami masalah rumah tangga, sebaiknya buang jauh-jauh pikiran untuk curhat di jejaring sosial tersebut. 

Bukanya mendapat solusi, masalah rumah tangga yang kamu ceritakan di jejaring sosial malah akan menjadi bahan gunjingan orang-orang di sekitar kamu.

Sebaiknya, bijaklah dalam menggunakan jejaring sosial dengan memilih hal apa yang dapat kamu bagi kepada publik dan hal apa saja yang sebaiknya kamu simpan sendiri.

Teman-teman di jejaring sosial kamu mungkin akan turut merasa prihatin dengan apa yang kamu alami, namun tetap saja pasti ada yang mencemooh kebiasaan kamu curhat di jejaring sosial. Ingatlah, jejaring sosial bukan diary kamu, sehingga tidak perlu seluruh dunia tahu masalah rumah tangga yang sedang kamu hadapi.

Berhati-Hati Cerita Terhadap Orangtua Kamu


Memang sepertinya bercerita masalah rumah tangga dengan orangtua kamu tidak akan berdampak buruk. Namun, sebaiknya kamu pikirkan matang-matang ketika kamu hendak bercerita dengan orangtua kamu, karena akan berpotensi menimbulkan masalah baru.

Jika kamu bercerita tentang masalah rumah tangga atau keburukan suami kamu, orangtua pasti akan merasa marah dengan suami dan merasa terluka karena anak kesayanganya telah disakiti.

Kamu mungkin pada akhirnya dapat memberikan maaf pada suami, namun belum tentu sama halnya dengan orang tua kamu. Pandangan orangtua kamu terhadap suami bisa saja berubah tak lagi respek dan percaya. Hal ini tentu saja akan menimbulkan masalah baru yang dapat membebani kamu. 

4 Komentar

  1. Sepakat sama semua poin-poin diatas, pokoknya jangan curhat sembarangan. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar kak, harus pintar-pintar menyikapi masalah

      Hapus
  2. Poin poin tentang curhat di atas harus benar-benar jadi pertimbangan, jangan sembarangan, apalagi curhat jujur di sosmed, wadduuhhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali kak, harus bijak dalam menggunakan sosial media

      Hapus

Posting Komentar