Dilema Antara Karir Atau Cinta

Dilema Antara Karir Atau Cinta

Bouttface.com | Antara karir atau cinta, dua hal yang sangat membuat dilema kaum perempuan. Keduanya penting bagi masa depan. Jadi, manakah yang sebaiknya dipilih? 

Ada banyak alasan mengapa karir dan cinta menjadi persoalan yang berat. Memilih dan melepaskan terasa sangat berat, terlebih jika dihadapkan pada pasangan yang sudah menjalin hubungan yang serius. Sedangkan, karir yang telah ditapaki semenjak muda tidak serta merta dapat dilepaskan begitu saja. Berikut merupakan beberapa tips jika di hadapkan antara karir dan cinta. 

Bicarakan Dengan Pasangan

Membicarakan dengan pasangan antara karir atau cinta untuk kedepan adalah hal yang sangat penting dilakukan. Bagaimana hubungan ke depan, seperti apa penggambaran dan rencana jangka panjang, terutama setelah menikah, membutuhkan strategi dan kompromi antara keduanya. Jika pasangan sudah mantap menikah, ada baiknya jika salah satu mengundurkan diri dari perusahaan, dan memberikan jangka waktu agar ia dapat di terima di perusahaan berikutnya. 

Pertimbangkan Dengan Matang

Pertimbangkan dengan matang apa yang menjadi prioritas, karir atau cinta. Jika memang hubungan tidak bisa di selamatkan, kamu dan pasangan dapat memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan baik-baik, tanpa perlu menyakiti. Bagaimanapun, apabila putus, kamu dan pasangan adalah rekan kerja yang tak mungkin selamanya saling menghindar. Namun, jika melepaskan karir menjadi jawaban, maka siapkan segala konsekuensinya. 

Rencanakan Plan B

Jika mengundurkan diri adalah jalan yang akan di tempuh, rencanakan plan B sebagai antisipasi apabika plan A tidak terlaksana dengan baik. Mempersiapkan diri pada hal terburuk, misalnya tak kunjung mendapat pekerjaan baru, perlu di antisipasi.

Restu Orangtua dan Keluarga

Jika memang keputusan antara karir atau cinta sangat penting dan mendesak, meminta restu dan dukungan pada orangtua dan keluarga dapat menjadi pilihan. Pihak ketiga dapat memberikan masukan yang bermanfaat dan tidak subyektif, sehingga masalah dapat terselesaikan dengan baik. Namun, jangan serahkan seluruh keputusan pada pihak ketiga. Bagaimanapun kamulah yang memegang kunci permasalahan tersebut.

Post a Comment